Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbagai Plot Twists di Anime Classroom of the Elite

Anime Classroom of the Elite
Anime Classroom of the Elite

Evin
- Ketika menonton anime, peristiwa atau sesuatu yang tak terduga menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar. Banyak yang menyukainya sehingga momen-momen tersebut sering dibahas di media sosial.

Salah satunya plot twists dari anime Classroom of the elite. Dengan berlatar tempat di sekolahan mewah, banyak kejadian yang mungkin tidak bisa ditebak oleh penonton.

Beragam strategi dan trik yang dipergunakan oleh masing-masing karakter utama ini, bertujuan agar memenangkan kompetisi antar kelas dan mendapatkan poin.

{tocify} $title={Table of Contents}

Plot Twists Classroom of the Elite

Plot Twists Classroom of the Elite  (COTE) seringkali memberikan momen-momen yang tak terpikirkan sebelumnya.

Apa aja contohnya?

Berikut diantaranya

1. Masa Lalu Ayanokoji

Ayanokoji

Pada episode terakhir season 2, Ayanokoji yang telah berbincang dengam Ryuen, lalu ia berjalan dan berpapasan dengan Sakayanagi, seorang gadis yang menjadi pemimpin Kelas A.

Sakayanagi mengaku pernah bertemu dengannya sebelumnya, 8 tahun lalu di White Room. Siswi itu menyebut Ayanokoji sebagai mahakarya dari White Room, seorang jenius yang mesti disingkirkan.

Karena Sakayanagi percaya apabila bakat dan kejeniusan ditentukan sejak lahir oleh DNA mereka masing-masing.

Sehingga seseorang macam Ayanokoji yang memperoleh kejeniusan akibat paksaan yang ia terima di White Room, tidak akan pernah bisa menandinginya yang sudah berbakat sejak lahir.

2. Kepribadian Kikyo Kushida

Kikyo Kushida

Kikyo Kushida awalnya digambarkan sebagai teman sekelas yang periang, dan suka menolong orang lain. Oleh karena itulah, banyak yang menganggap jika dirinya merupakan gadis yang ramah.

Namun, Saat akan mengembalikan handphone Kushida setelah tertinggal di apartemennya, Ayanokoji tanpa sengaja melihat sosok Kushida yang marah, akibat kebenciannya terhadap Suzune.

Ini sangat kontras dengan kepribadian normal yang ditunjukkannya di kelas. Dimana ia merupakan gadis baik dan penuh kasih sayang, serta selalu mengkhawatirkan teman-temannya yang lain.

Karena ketahuan, akibatnya Kushida mengancam akan memfitnah Ayanokoji atas tuduhan pe le ce han jika dia menceritakan kepada siapa pun tentang kejadian ini.

Kushida menempatkan sidik jari Ayanokoji di salah satu area tubuhnya sebagai jaminan, agar dia tidak mengatakannya kepada siapapun.

3. Kelas D Menang Kompetisi di Pulau

Anak kelas satu sedang berkompetisi di sebuah pulau. Pemenang ditentukan apabila masing-masing kelas mampu menebak siapa pemimpin dari kelas lain.

Ryuen dari kelas C dan Katsuragi kelas A bekerjasama dalam menyusun rencana selama ujian. Ryuen akan memberikan anggota Kelas A barang senilai 200 poin dan membantu mereka menemukan pemimpin kelas Kelas B dan D.

Sebagai imbalannya semua anggota Kelas A akan mentransfer 20.000 poin setiap bulan kepada Ryuen hingga ia lulus.

Namun, berkat insting luar biasa dari Ayanokoji dengan memanfaatkan sakitnya pemimpin kelas D, yaitu Suzune Horikita. Awalnya, Suzune ditunjuk sebagai leader.

Akan tetapi, jika pemimpin sakit, maka kelas tersebut diperbolehkan untuk mengganti Pemimpinnya, dan hal itu membuat Ayanokoji berinisiatif menjadi pemimpin menggantikan Suzune.

Ryuen dan Katsuragi yang telah mengetahui jika Suzune adalah pemimpin Kelas D, salah menebak karena telah berganti sosok pemimpin di kelas tersebut.

Sehingga Kelas A dan C mendapatkan peringkat ketiga dan terakhir secara berturut-turut dalam ujian di Pulau, Sementara Kelas D keluar sebagai pemenangnya.

4. Kushida Kalah dengan Suzune

Suzune Horikita

Kushida mencoba mensabotase Kelas D dalam festival olahraga dengan membocorkan daftar siswa kelasnya yang bertanding kepada Ryuen. Karena ia berupaya untuk menyingkirkan mereka dari Kelas C.

Suzune menantangnya untuk berkompetisi dalam ujian yang akan datang. Apabila Suzune menang, Kushida harus berhenti mengganggunya, dan jika kalah, Suzune dan Ayanokoji mesti pergi dari sekolah.

Kushida meminta bantuan Ryuen yang akan menyusun pertanyaan untuk Kelas D, agar ia mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut sebelum ujian dimulai.

Tanpa sepengetahuan Kushida, ternyata Ayanokoji telah meyakinkan Ryuen untuk memberinya pertanyaan yang salah, dengan mengatakan bahwa Suzune telah mengetahui semua rencana mereka. Akibatnya, Kushida kalah dari Suzune.

5. Kepribadian Ayanokoji

Ayanokoji menjadi otak dibelakang layar kelas D. Namun, dia tidak ingin terekspos sehingga menyembunyikan bakatnya tersebut.

Setelah kemenangan Kelas D saat kompetisi di Pulau, Ayanokoji mengatakan kepada Hirata dan semuanya, bahwa Suzunelah yang menjadi penentu kemenangan kelas mereka, dengan berhasil menebak identitas pemimpin Kelas A dan C.

Suzune mengucapkan terima kasih dan ingin bersekutu dengannya, karena mendapatkan pengakuan sebesar itu, sehingga membantunya mendapatkan teman di kelasnya.

Namun di akhir season 1, akhirnya kepribadian asli Ayanokoji terungkap. Ia digambarkan sebagai anak laki-laki yang hanya ingin menang dan menganggap semua orang hanyalah alat.

Hal ini sangat mengejutkan, karena selama ini penonton merasa jika Ayanokoji memang tulus membantu rekan-rekan kelasnya, tanpa ingin diketahui orang lain.

6. Tentang Honami Ichinose

Honami Ichinose

Arisu Sakayanagi sebagai anak jenius dari kelas A, ingin menyingkirkan Honami Ichinose pemimpin dari Kelas B. Dia mengincar kelas B karena kekompakan kelas tersebut patut diacungi jempol, sehingga mesti dihancurkan demi kebaikan dan ketenangan kelas A juga.

Arisu menantang Honami agar jujur tentang masa lalunya. Dimana dia pernah mencuri jepitan rambut untuk adiknya. Pada akhirnya Honami jujur didepan kelas kepada semuanya. Meski begitu teman sekelasnya tetap mendukungnya untuk berjuang bersama.

Ternyata, hal ini hanyalah umpan dari Arisu agar Ayanokoji mulai bergerak. Dia ingin Kiyotaka mengungkapkan identitas aslinya sebagai dalang kelas D.

7. Masa Lalu Hirata

Beberapa hari kemudian, sekolah mengadakan kompetisi lagi yang mengharuskan salah seorang murid dari tiap kelas untuk keluar. Hirata tidak ingin ada yang keluar, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Disisi lain, Suzune menyebut jika Yamauchi adalah orang yang harus keluar. Hal ini karena dia telah diminta kelas A untuk merencanakan sesuatu dengan yang lain agar Ayanokoji lah yang pergi.

Tentunya ini ditentang Hirata. Namun, pada akhirnya Yamauchi tetap pergi. Hirata yang marah langsung bersikap dingin. Setelah itu berbicara dengan Ayanokoji.

Hirata yang populer di sekolah ternyata saat SMP dia memaksa teman sekelasnya untuk menuruti apa katanya. Itu membuat yang lain langsung menjadi kaku seperti robot.

Hal itu tidak diinginkan Hirata saat di SMA ini, sehingga ia ingin menyatukan kelas tanpa harus ada yang dikorbankan.

Posting Komentar untuk "Berbagai Plot Twists di Anime Classroom of the Elite"