Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cost per Impression Adalah: Cari Arti dan Cara Hitung CPM

Cost Per Impression, Cost Per Miles, Cost Per Click, Pay Per Click, Buy Per Click, CPM, CPI, CPC, PPC, BPK
Cost per Impression

Cost per Impression AdalahDi era digital seperti sekarang, iklan online menjadi cara paling efektif untuk mempromosikan produk bisnis. Sebagai pegiat bisnis, kamu tentunya ingin meningkatkan visibilitas merek usaha dan menarik lebih banyak pelanggan potensial.

Namun, dengan banyaknya opsi pilihan yang tersedia pada iklan digital, menentukan jenis iklan yang tepat dapat menjadi tugas sulit.

Karena itulah, dalam artikel ini kita akan membahas salah satu model pembayaran iklan berbasis digital, yaitu Cost per Impression (CPM).

Dimana, akan dijelaskan arti dari CPM, perbedaan CPC dan CPM, dan cara menghitung CPM untuk menerapkannya kedalam strategi bisnis online.

{tocify} $title={Table of Contents}

Cost Per Impression Adalah

Jadi, apa itu CPM? Secara sederhana, Cost per Impression adalah model pembayaran iklan digital berdasarkan pada jumlah tayangan iklan website kamu di platform tertentu.

Artinya, kamu akan membayar setiap kali iklan website muncul dihalaman situs atau aplikasi lain yang ditargetkan.

Walaupun iklan CPM terkesan sederhana, namun cara ini efektif sekali dalam menjaring banyak traffik kunjungan serta meningkatkan visibilitas brand bisnis.

Dalam CPM, kamu membayar untuk setiap tampilan iklan, lain halnya dengan CPC, dimana cost per click berarti kamu hanya membayar jika terdapat klik yang dilakukan audiens pada iklan bisnismu.

Tentunya, metode CPM tidak seefektif CPC dalam menghasilkan penjualan langsung. Namun, dengan sering menampilkan tayangan iklan bisnis kamu kepada lebih banyak orang, CPM dapat membantu meningkatkan kesadaran merek.

Itulah sebabnya, CPM lebih cocok diterapkan lewat kampanye awareness dengan berfokus pada peningkatan visibilitas merek bisnis.

Terlebih lagi, jika bisnis yang dibangun merupakan bisnis baru, dan belum dikenal banyak masyarakat, dengan sesering mungkin menayangkan iklan akan membuat brand kamu tertanam di otak audiens lebih cepat. Dan nantinya, mereka akan mengklik iklan kamu.

Dalam penayangan digital, terdapat beberapa metode pembayaran selain CPM, salah satunya Cost per Click (CPC).

Kedua model ini memiliki persamaan tujuan, yaitu meningkatkan volume penjualan. Akan tetapi, caranya berbeda. Untuk tahu perbedaan keduanya, silahkan simak poin selanjutnya .

Perbedaan CPM dan CPC

Dalam dunia digital marketing, terdapat beberapa model pembayaran iklan online yang dipakai dalam melakukan kegiatan promosi produk atau jasa.

Dua model pembayaran iklan yang paling populer diterapkan yaitu Cost per Impression (CPM) dan Cost per Click (CPC). Namun, bagaimana sebenarnya perbedaan CPM dan CPC?

Pada dasarnya, CPM dan CPC berfokus pada cara yang berbeda. Cost per Impression singkatan dari CPM didasarkan pada jumlah tampilan iklan masuk kedalam suatu platform. Disisi lain, CPC diperoleh pada jumlah klik yang dilakukan audiens terhadap iklan yang muncul.

Dalam model CPC, tujuan utamanya adalah mendapatkan klik pada iklan bisnis yang dapat menghasilkan penjualan atau konversi.

Sebaliknya, CPM bertujuan agar meningkatkan visibilitas merek atau brand dengan jumlah tayangan iklan lebih banyak. Dengan menggunakan metode CPM, kamu mesti membayar setiap iklan yang tampil, bahkan walau tidak ada satupun audiens mengklik iklan kamu.

Kamu harus ingat, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. jika ingin menggunakan model pembayaran baik CPM maupun CPC, harus disesuaikan dengan target serta tujuan marketing campaign.

Sebenarnya, selain beriklan kamu dapat mempromosikan bisnis dengan teknik Experiential Marketing. Dimana, dengan cara ini kamu bisa mengadakan acara dan mengundang pembeli untuk menggunakan fitur-fitur bisnis yang ingin dipasarkan.

Cara Menghitung CPM

Telah dijelaskan di atas, kalau Cost per Impression adalah model pembayaran iklan digital yang diterapkan pada jaringan periklanan global, seperti Google Adsense.

Selain Adsense, sebenarnya masih banyak lagi jaringan periklanan yang menerapkan model CPC dan CPM, contohnya MGID dan Adsterra. Kamu sebagai pemilik bisnis ataupun seorang blogger bebas mau memakai iklan yang mana sesuai selera masing-masing.

Kembali ke pembahasan seputar CPM, dimana Cost Per Impression adalah membayar sejumlah uang disetiap munculnya tayangan iklan. Untuk menghitung CPM, kamu harus memperhatikan dua unsur utama, yaitu biaya iklan dan jumlah tampilan iklan.

Pertama-tama, untuk menghitung berapa besar biaya iklan, kamu harus menentukan biaya yang dibayarkan untuk tiap seribu tampilan iklan.

Misalkan, apabila biaya iklan website kamu adalah Rp 100.000 untuk 1.000 tampilan iklan, maka biaya iklan kamu per seribu tampilan (CPM) adalah Rp 100.000.

Kedua, dalam menghitung jumlah tampilan iklan yang muncul, kamu tentukan jumlah tayangan iklannya yang telah didapatkan dalam kampanye pemasaran digital.

Jumlah ini dihasilkan melalui laporan atau hasil analisis dari platform digital marketing yang kamu gunakan.

Setelah menentukan berapa banyak biaya iklan yang dikeluarkan dan jumlah tampilan iklan, maka kamu bisa menghitung CPM dengan mudah dengan menggunakan formula berikut:

CPM = (Biaya Iklan / Jumlah Tampilan Iklan) x 1.000

Studi kasus: Jika budget iklan yang ingin kamu keluarkan adalah Rp 500.000 untuk 1.000 tampilan iklan, dan seiring berjalannya waktu kamu telah mendapatkan 25.000 tampilan iklan dalam kampanye pemasaran digital, maka CPMnya akan menjadi:

CPM = (Rp 500.000 / 25.000) x 1.000 = Rp 20.000

Sehingga, biaya yang harus kamu keluarkan setelah menampilkan 25.000 kali tayangan (CPM) adalah sebesar Rp 20.000.

Dapat disimpulkan, jika menghitung Cost Per Impression adalah langkah penting dalam penerapan strategi iklan dalam teknik Search Engine Marketing atau SEM.

Dengan mengetahui biaya iklan beserta jumlah tampilan iklan, kamu dapat memprediksi dan menghitung CPM dengan mudah menggunakan rumus yang telah dijelaskan di atas.

Informasi ini sangat bermanfaat bagi kamu untuk mengevaluasi strategi iklan dan menyesuaikan tujuan kampanye digital marketing dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.

Pengaruh CPM Terhadap Iklan

Dalam strategi iklan bisnis, CPM dapat mempengaruhi banyak aspek, seperti budget iklan, target audiens, dan jenis iklan yang dipergunakan.

Awalnya, CPM berpengaruh terhadap budget iklan yang dikeluarkan. Karena semakin tinggi biaya per tampilan iklan, maka semakin besar  pula budget yang diperlukan dalam menjangkau target audiens.

Karena itulah, perusahaan perlu mempertimbangkan dengan baik besaran budget iklan yang akan dianggarkan dalam digital marketing campaign.

Selain itu, CPM berpengaruh terhadap target audiens. Dimana, dalam model, kamu harus membayar untuk iklan-iklan yang muncul pada platform website atau aplikasi lain, tidak peduli mereka mau mengklik iklan kamu atau tidak.

Oleh karena itu, atur target audiens kamu dan pilih dengan cermat untuk memastikan kalau iklan bisnis kamu ditampilkan di situs yang relevan dan ditargetkan kepada orang yang berpotensi tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Terakhir, jenis iklan dapat dipengaruhi oleh nilai CPM. Iklan yang lebih menarik dan interaktif cenderung harganya lebih mahal untuk ditampilkan dalam model CPM.

Dalam model Cost Per Impression, kamu berpotensi untuk dapat menjangkau lebih banyak target pasar dan audiens dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan model pembayaran iklan lainnya.

Dalam menargetkan audiens secara langsung memang lebih efektif menggunakan Cost Per Click. Namun, jika digunakan dengan bijak, CPM dapat menjadi strategi ampuh dan sangat efektif dalam meningkatkan visibilitas akan merek bisnis di kalangan target audiens tertentu.

Oleh sebab itu, baiknya perusahaan perlu mengenali dengan baik tujuan pemasaran, sebelum memutuskan mau pakai metode mana dalam teknik digital marketing.

Kesimpulan

Cost per Impression adalah pengimplementasian pembayaran iklan online secara efektif dalam meningkatkan visibilitas merek bisnis. Oleh karena itu, CPM cocok sekali dalam melakukan kampanye awareness yang fokus pada peningkatan visibilitas merek bisnis.

Dalam memanfaatkan CPM, kamu bisa menentukan jumlah anggaran iklan berdasarkan berapa banyak jumlah tampilan yang diinginkan.

Namun, pastikan kalau iklan bisnis kamu benar-benar dilihat oleh target audiens dan tidak hanya ditampilkan secara acak di seluruh jagad internet.

Posting Komentar untuk "Cost per Impression Adalah: Cari Arti dan Cara Hitung CPM"